Cerita dari pasumpahan
Apa kabar sahabat...
Masih setia mendengar kisah kisah ku...
Pada pos kali ini saya akan menceritakan tentang perjalananku ke pulau pasumpahan-sumbar untuk mengikuti kegiatan scholarship camp. Kami berangkat pada malam hari. saya beserta kawan kawan yang ikut dalam pelatihan ini berangkat ke pasumpahan dengan menggunakan mini bus, dengan tempat penantiannya di sekre Himate (himpunan mahasiswa teknik) UIN Suska Riau, universitas tempatku menimba ilmu.
Perjalanan selama 9 jam harus kami tempuh. Didalam minibus aku habiskan waktu dengan tidur, cukup lelah rasanya serta kondisi tidur membuat leher agak sakit karena tidak bisa bersandar dengan nyaman. Kami singgah hanya untuk makan dan sholat lalu melanjutkan perjalanan lagi. Pada pagi harinya sekitar pukul 6 WIB kami tiba di sungai pisang. Dari sini kami harus menaiki kapal nelayan untuk sampai ke seberang, kira kira membutuhkan waktu 15 menitan.
Melihat kembali lautan biru terhampar dan hempasan ombak kecil membuatku merasa damai dan begitu tenang.
Di tengah perjalanan mataku dimanjakan oleh birunya air, serta gugusan pulau pulau yang cantik. Dari jauh kami sudah dapat melihat pulau yang kami tuju, deretan nyiur ada disana, tenda tenda camping pun sudah bertengger ditepiannya. Kami turun dari kapal. Oh ya, kami menggunakan dua perahu melayan, karena bukan hanya mahasiswa yang ikut pelatihan ini, namun juga beberapa orang dosen serta keluarga.
Perahu merapat di bibir pantai dan kami menurunkan barang barang bawaan, lalu bersegera mendirikan tenda yang diapit dua balai balai kecil yang sudah disewa panitia sebelumnya. "Pengalaman camping di tepi pantai ku pertama ini" gumamku dalam hati. Setelah mendirikan tenda kami diberi waktu untuk beristirahat, aku gunakan waktu ini untuk membersihkan diri, badan begitu gerahnya setelah melewati perjalanan semalam.
Pelatihan hari pertama kamipun dimulai, sesuai rencana kami akan stay dipulau selama 2 hari, dan besok kami pulang. Pak kunaifi selaku instruktur menyajikan berbagai berbagai materi dimulai dari pengenalan AAS (australian award scholarship) beserta seluk beluknya, karena beliau menerima beasiswa tersebut untuk melanjutkan program magisternya di salah satu universitas di Australia dan berhasil berhasil memperoleh gelar magisternya disana. Pak kun, begitu panggilan akrab kami juga merupakan penerima beasiswa LPDP tahun 2015, dan akan segera melanjutkan pendidikannya di universitas twente pada tahun ini. Senang sekali bisa mendengar langsung ilmu, kiat kiat serta pesan pesan dan tentunya pengalaman langsung dari orangnya. Pak kun menjelaskan materi tentang AAS pada hari pertama pelatihan, lalu kami ishoma pada siangnya dan melanjutkan materi setelah. Pada siang harinya pak kun mempresentasikan tentang pengenalan beasiswa LPDP kepada peserta. Gaya bicaranya yang tenang dan berisi membuat kami bersemangat mendengarkan meski udara panas membuat peluh bercucuran menganak sungai. sedikit alay ya... Hehehe
Masih begitu tergiang ditelingaku kata kata beliau " beasiswa ini terlalu nikmat untuk kunikmati sendiri". Kita bisa menerjemahkan kedalam persepsi masing-masing. Bagiku beasiswa ini adalah jalan tol kearah kemajuan.
Sore harinya setelah sholat asyar, jadwal kami adalah bebas. Sayang sekali kalau tidak memamfaatkan waktu untuk bergembira. Kami berenang di tepian pantai sembari menyelam melihat ikan ikan kecil yang berenang bebas disana. Sebagian dosen memilih untuk berlatih berenang karena lebih mudah untuk mengapung di air asin. Senang sekali rasanya, kami tertawa bersama tidak pandang umur, maupun jabatan, mahasiswa dan dosen layaknya teman akrab, saya pun membantu ibu ibu dosen untuk belajar berenang, hahaha, kayak pakar aja berenang nya, hahaha. Edisi berenang hari ini ditutuo dengan main ayunan. Kebetulan di tepi pantai ada ayunan dari kayu. Kami bergantian naik disana. Walau agak susah menaikinya hal ini menjadi kelucuan menarik diantara kami, apalagi ketika kami berebutan menaiki ayunan dan beberapa kali ada adegan terjatuh dan kata kata lucu yang terlontar membuat kami tak bisa menahan tawa dan akhirnya tawa kamipun pecah.








